Kamis, 13 Desember 2007

Secercah sinar di Aceh Jaya




Masih inget ma profile ku kan?Lhoo...belom tau atau lupa??oke deh sekedar mengingatkan aja, aku bekerja pada salah satu Non Government Organisation (NGO) Relief Tsunami di Meulaboh Aceh Barat, Province Naggroe Aceh Darussalam. Ceritanya satu bulan yang lalu tepatnya pada bulan November 2007 aku pergi ke salah satu daerah dampingan kerjaku di Aceh jaya. Lumayan jauh perjalanan yang kutempuh dari Aceh Barat (Aku based di Meulaboh, Aceh Barat) ke aceh Jaya, kira-kira memakan waktu 2 jam perjalanan ditambah 2 jam perjalanan lagi dari aceh Jaya ke lokasi yg kami tuju tepatnya di Desa Ligan Kecamatan Sampoiniet Kabupaten Aceh Jaya. jadi semuanya 4 jam perjalanan Bo!!! Toeeeng.... gimana p****t ku gak kesemutan!?! Untungnya pemandangan sepanjang perjalanan Indah banget jadi rasa kesemutan tadi terobati dengan rasa keterkaguman aku atas kebesaran Allah yang menciptakan Alam semesta beserta kecantikannya. Subhanallah....







gimana nggak??sepanjang perjalanan aku disuguhi dengan pemandangan pantai dengan pasirnya yang putih dan air laut yang biru dengan sedikit buihnya yang putih nampak dari kejauhan ..belum lagi deretan bukit-bukit yang hijau yang jaraknya tidak jauh dari bibir pantai, apalagi cuaca pada waktu itu cukup bersahabat, gak terlalu panas plus angin yang semilir-semilir, jadi arus air pantai keliatannya tenaaaang...banget. perfect deh! pokoknya perjalanan yang jauh jadi gak terasa,uhmmmmm...coba klo da Mamas disamping ku pada waktu itu pasti suasananya jadi tambah romantis deh!!hohoho....







pada waktu itu pikiranku langsung melayang-layang ke mana-mana, apa lagi klo bukan membayangkan seandainya aku dan si mamas berlari kejar-kejaran di pinggir pantai (kayak di film2 india tuh), kami bedua pake baju putih oblong, trus saling berpelukan..trus..saling berciuman...diantara deburan ombak,mesraaaa...banget....trus..kami berdua terjatuh dan berguling-guling di pasir...wuaduuuuuuuh....romantis abis deh!! hohoho....







JEDUKKK!!! AUGHH!!! huhuuu...lamunan ku langsung buyar gitu aja waktu aku sadar klo kepalaku kejedot dashboard mobil yang membawaku ke daerah yang aku tuju.Sial...!






Rupanya jalan yang kami lalui menuju lokasi tersebut sangatlah rusak. Keadaan yang badan jalan yang bergelombang dan berlubang, serta tidak beraspal cukup memperhambat laju transportasi di daerah tersebut. Konon katanya jalan tersebut dahulu sebelum bencana Tsunami menghantam daerah ini digunakan sebagai satu-satunya jalur transportasi darat menuju Kota Banda Aceh. Namun berbeda dengan sekarang karena keadaanya sudah tidak memungkinkan lagi untuk dilalui oleh banyak kendaraan, jika digunakan pun akan memakan waktu yang sangat lama.


hufff.....setelah memakan perjalanan waktu selana 4 jam, dengan menelusuri lembah, menyebrangi sungai, melewati hutan,mengarungi lautan(cieee...kesannya terlalu didramatisir yah) akhirnya sampai juga aku di Kecamatan Sampoiniet Desa Ligan Kabupaten Aceh JAya. Menurut informasi yang didapat, Desa Ligan merupakan salah satu daerah konflik. Maksudnya dahulu sebelum terjadinya peristiwa konflik separatis di Nanggroe Aceh Darussalam di desa tersebut di tempati oleh sejumlah transmigran yang berasal dari Suku Jawa. Mereka menetap disana, membuka hutan untuk dijadikan lahan perkebunan kelapa sawit, ladang, dan sayur-mayur. Namun pada tahun 1998 meletuslah peristiwa pembakaran rumah dan lahan para transmigran tersebut oleh sekelompok orang yang menamakan kelompok separatis. Alhasil banyak para transmigran tersebut yang pindah ke beberapa daerah lain untuk memulai usaha baru. Kini desa Ligan hanya dihuni oleh penduduk asli setempat dengan kepadatan 155 KK untuk satu desa. Cukup sunyi memang. Untuk pelayanan kesehatan masyrakat aja cuman ada 1 pustu (Puskesmas pembantu), dengan perlengkapan dan tenaga paramedis yang serba minimalis. Untuk saran pendidkan di desa tersebut hanya ada 1 Sekolah dasar dan 1 Madrasah Tsanawiyah. Mengingat aku harus menyelesaikan tugas dari kantorku untuk melakukan asessment di Sekolah dasar ligan, maka langkahku langsung tertuju pada sekolah dasar tersebut. baru aja aku sampai di pekarangan sekolah aku langsung disambut hujan yang sangat deras sekali. Setengah berlari aku langsung menerobos hujan menuju kantor sekolah. Ugh...baru saja diguyur hujan, lapangan sekolah ini langsung tergenangi air, kondisi lapangan yang sedikit berumput dan bertanah merah yang sudah mulai becek membuat ku sedikit berhati-hati sewaktu berlari, eit...ternyata sepatuku menginjak kubangan yang sudah dipenuhi air,,,yaaah...jadi kotor deh! sebel...padahal tadi pagi baru ku semir.Tak lama sampai juga ku di muka kantor Ruang Guru. Langsung ku ketok pintunya, dan sesosok wanita kira-kira sudah berumur 40 tahunan. Aku langsung berkenalan dengannya dan kepada beberapa guru yang ada di ruanngan tersebut sambil menyebutkan maksud kedatangan ku di sekolah tersebut. Dimulailah sedikit perbincanganku dengan sang kepala sekolah. Dari situ aku mulai mengetahui kondisi real dari sekolah tersebut. Sekola yang terdiri 4 ruang kelas tersebut ternyata hanya memiliki 10 s/d 15 orang untuk setiap kelasnya. Bangunan sekolah yang sudah mulai lapuk, atap sudah mulai bolong-bolong, dan lantai yang tidak bertegel. Sang Kepala Sekolah pun menceritakan bahwa jika di musim penghujan tiba, keadaan sekolah tersebut jadi malah bertambah parah. Sesaat setelah perbincangan tersebut si Ibu Kepala Sekolah memutuskan untuk pamit mengakhiri perbincangan kami dikarnakan beliau yang harus kembali mengajar siswa-siswinya. Sedangkan aku kembali melanjutkan kerjaku, dengan berkeliling bangunan sekolah tersebut dan mengambil beberapa foto. Dari Luar kelas terdengar suara si ibu kepala sekolah tadi yang tengah mengajar anak didiknya, dan si anak-anak pun dengan semangat mengikuti pelajaran yang diajarkan sang guru. Trus saja aku lihat aktivitas mereka dari sudut jendela kelas, tidak ada kegaduhan di dalam sana, nampak anak-anak tersebut sangat berkonsentrasi memperhatikan gurunya. Sesekali ku lihat mereka menatap ke papan tulis, dan sesekali ku lihat mereka menulis di buku tulisnya masing-masing. Lamaaa...sekali ku perhatikan.. mereka cukup enjoy dalam mengikuti kegiatan belajar tersebut, walaupun tidak banyak kawan-kawan mereka, walaupun seragam sekolah yang mereka kenakan sudah bolong-bolong, walaupun tas sekolah yang mereka kenakan hanya terbuat dari kantong plastik bekas, walaupun mereka tidak bersepatu,walaupun mereka belajar diantara tetesan air hujan yang menetes dari celah-celah atap bangunan yang sudah bocor, dan masih banyak lagi "walaupun-walaupun" yang lain yang sebenarnya bisa saja karena "walaupun-walaupun" tersebut menjadikan mereka enggan untuk bersekolah. Tak terasa entah sudah berapa lama aku memperhatikan mereka, dan lamunan ku pun terhenti karena terdengar lonceng sekolah yang berbunyi nyaring bertanda usainya jam pelajaran sekolah tersebut. Tak lama murid-murid berhamburan keluar kelas. mereka langsung pulang menuju rumahnya masing-masing melalui lapangan sekolah yang sudah digenangi air hampir semata kaki. Dan setelah mengucapkan terimakasih kepada ibu kepala sekolah dan sejumlah guru aku pun pamit pulang.

Dalam perjalanan pulang menuju Meulaboh, ku lihat-lihat kembali hasil jepretan kameraku di sekolah tadi. Fikiran ku pun langsung melayang ke Ibu Kepala sekolah, guru2 dan anak-anak murid di sekolah tadi, Semangat dan perjuangan mereka untuk belajar dan mengajar perlu kita acungkan jempol! 2 jempol malah! sungguh semangat mereka bisa menjadi spirit bahkan secercah sinar yang bisa mengilhami dan menjadikan sound of my life, agar aku bisa lebih menghargai hidup, dan lebih bisa menghidupkan semangatku untuk bisa lebih hidup. Alhamdulillah ya Allah atas apa yang telah Engaku berikan kepada ku...buat mamasku... belajarlah untuk bisa mensyukuri hidup agar bisa mencari sesuatu untuk hidup dan menghidupi aku....hohoho...... >>>>Rheane<<<<

Senin, 10 Desember 2007

enak banget jadi anak2



Udah hampir dua tahun aku bekerja pada daerah relief tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam. Terlalu banyak kisah yang akan aku ceritakan kepada anak-cucu ku nanti, temen2  di tempat asalku n keluargaku. Salah satunya kisah ku yang satu ini. ceritanya beberapa hari  yg lalu ku bersama temen2 kerja ku pergi ke daerah dampingan kami yg kira2 terletak 10 km dari kota Meulaboh  Aceh bArat. lumayan jauh juga yah, tapi karena sudah terbiasa dan memang aku suka jalan2 jadi aku sih enjoy aja. Tempatnya lumayan terpencil, kontur yang berbukit-bukit, dengan sarana dan prasarana umum yang masih sangat terbatas. Listrik aja adanya cuma mala doang.
Pada hari itu kami mengadakan suatu acara pertemuan di sebuah Meunasah( mushalla). Di sela-sela acara tersebut, akau sempatkan memperhatikan segerombolan anak-anak yg tengah bermain disekitar meunasah tersebut. Riuh-rendah Tawa canda mereka terdengar amat jelas di telingaku. Masih aku perhatikan juga...sepertinya mereka tengah merencanakan sesuatu, yaaah...walaupun sudah dua tahun aku bekerja di aceh, tapi cukup sulit bagiku untuk bisa menguasai dan mengerti bahasa mereka,
cukup terbatas kata2 yang bisa aku mengerti. Oke, kembali lagi ke anak-anak tadi yah, setelah asyik bermain dengan kelerengnya masing-masing, mereka segera berkerumun dan merencanakan sesuatu, ada salah seorang anak laki-laki (sebut aja si Agam)yang memberikan suatu usulan sambil menunjuk ke arah sungai yang terletak tidak begitu jauh dari tempat mereka bermain, sepertinya usulan si Agam tadi langsung diiyakan oleh teman-temannya yang lain. Dari jauh tingkah laku mereka terus saja ku perhatikan. Waduh mereka mau ngapain lagi ya?...tanyaku dalam hati.
Lalu si Agam dan anak-anak yang lain membuka pakaian mereka dan diletakkan begitu saja ditanah. Kemudian setengah berlari mereka mendekati sungai dan mereka sontak berlompatan ke sungai tersebut. Byurrrrr!!!! Oalah....ternyata mereka tuh dari tadi mau berenang mandi di sungai itu to....hehehe...kayaknya asyik juga yah..cuaca hari itu emang lagi panas-panasnya, klo saja aku lupa kalo aku ini udah 24 th mungkin aku segera berlari bergabung berenang bersama mereka deeh...cuma aja klo ku nekat berenang dalam usia yang sekarang kan bisa berabe deeeh...
lagi-lagi riuh rendah gelak tawa mereka terdengar. Dengan bebasnya mereka bermain air, berloncatan kedalam sungai dengan menanggalkan pakaian mereka
tanpa ada rasa malu dan kekhawatiran  akan hal-hal yang membahayakan. ku lihat dari jauh wajah-wajah polos mereka yang begitu gembira, seolah-olah tidak ada beban pikiran di benak mereka. Mereka pasti tidak memikirkan tentang keadaan konflik politik di daerah mereka yang sebenarnya kapan saja pasti akan terjadi kembali, mereka tidak memikirkan tentang adat Syariat Islam di daerah mereka yang mengatur tentang dilarangnya berenang di tempat umum tanpa busana apa lagi dengan kawan yang berlainan jenis (laki-laki dan Perempuan), mereka juga tidak memikirkan apa yang akan terjadi di kehidupan dewasa nanti, mereka juga tidak memikirkan apa yang harus mereka lakukan ketika mereka beranujak dewasa mereka sudah harus memutuskan untuk pergi mencari ilmu dan kembali ke desa mereka untuk membangun gampong mereka tersebut agar tidak ketinggalan dengan daerah lain yang ada di Indonesia...mereka juga pasti tidak memikirkan apa yang harus mereka lakukan untuk mempertahankan hidup,yang ada dibenak mereka hanyalah Bermain!dan bersenang-senang! Uuuh...aku jadi makin ngiri aja nih! Dasar anak-anak! aku jadi ingat waktu aku masih kanak-kanak dulu juga  seperti mereka. Bermain dan bermain. ketika aku melihat mereka rasanya ingin kembali ku bertamasya ke masa kecilku dulu, masa dimana aku belum dibebankan dengan fikiran-fikiran yang berat dan permasalahan-permasalahan yang berat. Hufff....tapi inilah hidup yang harus dijalani oleh setiap mahluk  yang ada dibelahan bumi manapun.
They keep grow up and geeting old. So we have 2 face it!Believe that Allah's Arms always surrouns us. >>>>Rheane<<<<

Jumat, 07 Desember 2007